Demikian kesaksian dari intelektual muda NU Ubaidillah Amin Moch saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL tentang silaturahim Erickk Thohir ke simpul NU akhir-akhir ini.
Wakil Ketua Pagar Nusa NU ini mengaku selama Erick Thohir bertemu ulama ia selalu mendampingi. Ia mendampingi saat silaturahim ke beberapa Ponpes di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Barat.
Pria yang karib disapa Gus Ubaid ini memberi kesaksian bahwa saat berinteraksi dengan para Ulama Khos itu, Erick selalau dengan sungguh-sungguh menggali pandangan para ulama tentang umat, bangsa dan juga kedaulatan ekonomi Indonesia.
Ia membantah keras jika apa yang selama ini dilakukan Erick bermuatan politis. Apalagi, publik sudah memahami Erick Thohir adalah pejabat negara yang dipilih karena kiprahnya sukses di dunia bisnis profesional.
"Saya mendengar banyak ulama khos yang bersyukur ketemu Erick Thohir, sebab sebelum jadi Menteri Pak Jokowi dia sudah selesai dengan dirinya sendiri," demikian kata Pengasuh Ponpes Annuriyah Kaliwining, Jember ini.
Ubaidillah mengaku menemani Erick Thohir bertemu dengan beberapa ulama khos seperti Pengasuh Ponpes Al Amien Kediri, KH Anwar Iskandar, Ketua MUI Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah, Pengasuh Ponpes Mlangi, Yogyakarta Gus M. Fahmi Basya dan KH Anis Masduqi Ponpes Krapyak, Yogyakarta dan banyak ulama khos lainnya.
Yang publik harus ketahui, Erick mendatangi ulama NU setelah melakukan pekerjaan utamanya sebagai Menteri BUMN.
Ia mencontohkan saat mendatangi Direksi PTPN 10 di Jember, Jawa Timur banyak ulama di Jember yang ingin mendatangi Erick Thohir.
Meski akan didatangi, Erick justru meluangkan waktu khusus untuk membahas masalah keumatan dengan mendatangi para ulama.
"Sikap seperti ini adalah bentuk akhlak ketawadhu'an Erick pada ulama. Jauh dari muatan politik semata," pungkasnya.
Terkait dengan suara warga NU yang belakangan disebutkan mendambakan Erick sebagai pemimpin masa depan di 2024 mendatang, Ubaid menganggap hal itu sebagai hal natural.
Sebab, sejak menjabat Mneteri Erick telah intensif duduk bersama ulama membicarakn berbagai masalah, termasuk relasi BUMN dengan tokoh masyarakat seperti Ulama-ulama khos NU.
BERITA TERKAIT: