"Terkait dengan masa jabatan presiden, ada 63,5 persen responden tidak setuju jika masa jabatan presiden ditambah jadi tiga periode dan ini sudah menjadi bahasan publik,†ucap peneliti Trust Indonesia, Azhari Ardinal saat merilis survei 'Indonesia Outlook 2022: Membaca Lanskap Politik Indonesia 2024' di Hotel Hilton Double Tree, Jalan Pegangsaan, Jakarta Pusat, Senin (31/1).
Dalam hasil surveinya, hanya sebagian kecil yang menginginkan masa jabatan presiden diperpanjang.
"Sebanyak 27,5 persen setuju masa jabatan presiden diperpanjang, dan 9,0 persen tidak tahu,†tandasnya.
Survei dilakukan secara
offline dalam rentang waktu 10 hari pada 3 sampai 12 Januari 2022. Jumlah responden 1.200, menggunakan metode
multistage random sampling.
Margin of error survei ini kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
BERITA TERKAIT: