“Buat kebijakan jangka pendek ya sudah tepat. Ya mau gimana lagi, masyarakat sudah teriak karena harga minyak di luar nalar kita naiknya,†ucap Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah kepada
Kantor Berita Polirik RMOL, Kamis (6/1).
Dia menambahkan, naiknya harga minyak berdampak pada industri rumah tangga tingkat bawah dan menengah. Oleh sebab itu, langkah Menko Perekonomian tersebut perlu langsung dieksekusi.
“Jadi ini memang sangat dibutuhkan, segera eksekusi agar terjadi stabilisasi harga di pasaran terutama untuk leve bawah,†tandasnya.
Setidaknya, dana senilai Rp 3,6 triliun siap digelontorkan pemerintah agar minyak goreng murah seharga Rp 14.000 per liter bisa tersedia di pasaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, minyak goreng murah ini akan tersedia sampai enam bulan ke depan.
"Volume selama 6 bulan adalah 1,2 miliar liter dan dibutuhkan anggaran untuk menutup selisih harga ditambah PPN sebesar Rp 3,6 triliun," kata Airlangga, Rabu kemarin (5/1).
BERITA TERKAIT: