Salah satunya disuarakan oleh Ketua Pemuda Akar Rumput, Fransiskus Kapisa, yang mengusulkan lima nama sebagai calon menteri. Lima nama tersebut seluruhnya berasal dari Papua. Khususnya Papua Selatan.
Lima nama yang dicalonkan Kapisa adalah Romanus Mbaraka mewakili Birokrat dan Teknokrat muda, Johannes C. Sok Gebze mewakili Budayawan Papua, Gabriel Ndawi Ndickend mewakili praktisi hukum, Fransiskus Kapisa mewakili Pemuda Akar Rumput, dan Dominikus Antonggar mewakili Pemuda Religius.
Kapisa mengatakan, aspirasi ini dibuat karena merasa selama 7 presiden memimpin Indonesia, belum ada yang wakil dari Selatan Papua yang bisa duduk setara menteri.
"Jadi perlu adanya dorangan ke atas, walaupun itu nanti merupakan hak prerogratif presiden tapi sebagai warga negara Indonesia khususnya Papua Selatan, Kabupaten Merauke, kita punya hak yang sama untuk angkat aspirasi ini ke atas," jelasnya, dikutip
Kantor Berita RMOLPapua, Jumat (24/12).
Lanjut Kapisa, lima figur terbaik ini dipilih dan dicalonkan berdasarkan kompetensi, latar belakang, dan merupakan anak Marind asli Merauke yang dirasa mampu dan layak untuk diajukan ke Presiden.
"Kita ingin dorongan ini bisa didengar sampai nasional, bahwa kita dari Selatan Papua ujung timur Indonesia juga mau menduduki tempat-tempat penting secara sentral di Jakarta," tambahnya.
"Walaupun kita tahu di jabatan menteri ini dominasi politiknya kuat, tapi kita punya hak yang sama sebagai warga negara Indonesia dan memang sudah saatnya, karena kita juga mau hadir Provinsi Papua Selatan. Karena itu harus ada semangat karena itu pemikiran dari akar rumput kita coba angkat dan dorong ke atas," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: