Apalagi di satu sisi, isu perubahan iklim, krisis energi, masih menjadi tantangan ekonomi global dalam jangka panjang.
Begitu tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech pada acara media gathering Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang bertajuk Akselerasi Pelaksanaan PSN untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi yang dilakukan secara virtual, Rabu (15/12).
Airlangga mengurai bahwa keberadaan proyek strategis nasional telah terbukti meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Berdasarkan catatannya, proyek strategis nasional yang sudah selesai telah menciptakan lebih dari 11 juta tenaga kerja langsung maupun tidak langsung di masa pandemi.
“Investasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di berbagai sektor memiliki manfaat terhadap pengembangan wilayah dan perekonomian daerah, serta nilai tambah industri. Di sisi lain, kita berharap penyelesaian PSN ini dapat menimbulkan multiplier effect secara sosial dan ekonomi yang akan terus bertambah seiring percepatan penyelesaian berbagai proyek strategis ke depan,†ujarnya seperti diberitakan laman ekon.go.id.
Proyek strategis nasional diyakini bisa mengurangi kesenjangan pertumbuhan pendapatan per kapita dan kesejahteraan antar daerah secara jangka panjang. Sebab, PSN berupaya untuk peningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur di Indonesia secara tidak langsung.
Percepatan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional akan terus dilakukan pada tahun-tahun mendatang. KPPIP akan terus mengawal dan melakukan upaya penyelesaian permasalahan dalam pelaksanaan 208 proyek dan 10 program yang masuk dalam daftar PSN.
Pemerintah Indonesia menyadari beberapa tantangan yang harus dicapai untuk menyongsong visi Indonesia Maju 2045. Di antaranya adalah memenuhi kebutuhan belanja infrastruktur sebagai penopang pertumbuhan ekonomi.
Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) mendorong pemerintah untuk dapat bekerjasama dan berkolaborasi dengan swasta dalam memenuhi kebutuhan belanja infrastruktur pada periode 2020-2024.
“Pemerintah juga terus berkomitmen untuk mendorong dan meningkatkan upaya pembiayaan proyek melalui creative financing untuk Proyek Strategis Nasional dalam rangka mengurangi beban APBN untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur,†ujar Menko Airlangga.
BERITA TERKAIT: