Artinya, terjadi peningkatan yang signifikan dalam pengelolaan ekonomi keuangan syariah di Indonesia.
Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya di acara Pembukaan Kongres Ekonomi Umat II MUI Tahun 2021 dengan tema “Arus Baru Penguatan Ekonomi Indonesia†di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat sore (10/11).
"Saya ingin memberitahukan posisi ekonomi syariah kita yang tahun 2014 itu pada posisi ranking yang ke-9. Tahun 2020-2021 kita sudah naik menjadi peringkat ke-4 dunia," papar Jokowi.
Kepala Negara meyakini ke depan pertumbuhan ekonomi syariah akan terus mengalami peningkatan. Ditargetkan, pada 2024 mendatang ekonomi syariah Indonesia bisa menempati urutan puncak atau pusat ekonomi syariah dunia.
"Perkiraan saya, insyaAllah dua tiga empat tahun ini akan masuk kedua atau satu. Kalau pertumbuhannya seperti yang kita lihat sekarang kan cepat sekali," tuturnya.
Sebab, pasar ekonomi syariah Indonesia sudah mulai masuk ke hampir semua negara. Diharapkan dengan jumlah penduduk muslim terbesar terbesar di dunia sebesar 87% atau setara 207 juta jiwa, Indonesia mampu mencapai target pusat ekonomi syariah dunia.
"Kita telah berkomitmen telah menjadi pusat ekonomi syariah di tahun 2024. Dan kita akan berusaha keras untuk itu," tandasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung, dan sejumlah petinggi MUI lainnya.
BERITA TERKAIT: