Sembilan Rekomendasi Indef agar Target Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tercapai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Rabu, 08 Desember 2021, 20:36 WIB
Sembilan Rekomendasi Indef agar Target Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tercapai
Peneliti Indef, Riza Annisa Pujarama/Repro
rmol news logo Target pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2021 sebesar 5 persen dianggap sulit tercapai. Pemerintahan Joko Widodo disarankan untuk melakukan sembilan rekomendasi yang disampaikan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

Dalam acara, Webinar bertajuk "Evaluasi Ekonomi Indonesia 2021. Ekonomi Milenial Indef" yang digelar secara virtual, Rabu sore (8/12), Peneliti Indef, Riza Annisa Pujarama membeberkan sembilan rekomendasi untuk pemerintah agar bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi.

"Terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang akan agak sulit tercapai di lima persen, dan kita juga masih punya tantangan di inflasi, nilai tukar dan suku bunga, kemudian di kemiskinan, ketimpangan dan IPM," ujar Riza seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu sore (8/12).

Rekomendasi tersebut yaitu, kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Riza, pemerintah perlu meningkatkan SDM, membenahi program-program yang ada supaya peningkatan SDM terjadi merata se-nusantara.

"Kemudian perkuat daya saing ekspor. Menjaga momentum peningkatan ekspor kita bagaimana kelanjutannya adalah salah satunya dengan hilirisasi industri," kata Riza.

Selanjutnya yang ketiga yaitu, mendorong industri manufaktur. Karena, industri manufaktur merupakan penyokong bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, saat ini trennya sedang mengalami penurunan, sehingga perlu didorong.

"Kemudian Bansos tepat sasaran. Kemiskinan masih relatif jauh dari target. Sehingga salah satu yang bisa dilakukan adalah Bansos yang tepat sasaran. Di antaranya dengan pembenahan data. Karena, sudah dua tahun ini masalah data ini masih belum terselesaikan," jelas Riza.

Yang kelima yaitu, mendorong daya beli masyarakat. Keenam, menjaga stabilitas nilai tukar.

"Menekan yield SBN. Dalam rangka untuk menjaga stabilitas nilai tukar ini juga berkaitan dengan daya saing, juga agar kita dapat menekan biaya berutang. Kemudian efektivitas dana PEN. Hingga November itu masih 67,4 persen realisasinya," terang Riza.

Selanjutnya yang kedelapan yaitu, mitigasi varian Covid-19 yang terbaru harus terus digalakkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Jangan sampai lengah dan memanage mobilitas penduduk yang semakin meningkat," kata Riza.

Yang terakhir yaitu, investasi kesehatan. Pemerintah perlu menyiapkan investasi untuk ditingkatkan agar ke depannya jika terjadi pandemi atau kasus yang serupa, pemerintah bisa membuat vaksin atau lainnya sendiri tanpa menunggu dari luar negeri.

"Sehingga tidak tergantung kepada luar negeri," pungkas Riza.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA