Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengurai bahwa ada tiga pertimbangan yang biasanya dijadikan Presiden Jokowi untuk merombak anak buahnya,
Pertama, alasan rasional kinerja yang biasanya dilihat dari evaluasi kinerja. Apakah diperlukan adanya pembaharuan.
Alasan kedua, kata Gus Jazil, melihat kondisi objektif, yakni perkembangan di koalisi partai politik.
"Kalau pertimbangan politik, itu sudah ada karena ada satu partai (PAN) yang bergabung. Artinya ada perubahan di situ sebagai syarat reshuffle itu ada,†ucap Gus Jazil kepada wartawan, Rabu (8/12).
Ketiga, Presiden memang menggunakan hak prerogatifnya dengan melihat perkembangan dan dinamika yang terjadi.
"Jadi ketika teman-teman wartawan menanyakan isu reshuffle, ya rasioanal karena memang koalisi berubah," katanya.
Wakil Ketua MPR RI ini mengaku belum mendapatkan kepastian adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini. Dia mengatakan Presiden Joko Widodo kerap memberikan kejutan atau menginformasikan adanya reshuffle secara mendadak kepada seluruh anak buahnya.
"Kalau kata ketum saya Muhaimin Iskandar), soal reshuffle biasanya (informasinya) mepet-mepet. Tentu yang biasanya tahu para ketum dan pola komunikasinya adalah itu (di detik-detik akhir),†ujarnya.
BERITA TERKAIT: