Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menjadi narasumber dalam webinar yang diselenggarakan CSIS bertajuk "Menimbang Sistem Pemilu 2024: Catatan dan Usulan" Senin siang (1/11).
"Kalau dari kami mengusulkan, ya karena peserta Pemilu adalah partai politik, ya proposional tertutup," ujar Hasto.
Hasto justru bertanya-tanya, sistem Pemilu Proporsional Terbuka itu apakah membawa banyak manfaat atau mudaratnya yang kemudian lebih banyak. Sebab, pada Pemilu 2024 nanti itu Pileg Pilpres digelar secara serentak.
"Ini yang harus kita lihat kembali. Kalau dari kami mengusulkan, ya karena peserta Pemilu adalah partai politik, ya proposional tertutup," tegaskan.
Selain itu, sekalipun Proposional Terbuka itu justru akan mengeliminir tokoh-tokoh yang sangat kuat terhadap pemahaman sistem politik, fungsi legislasi, akan kalah oleh aspek elektoral.
"Sehingga, hal-hal seperti ini kemudian menjadi sisi-sisi negatif dari proporsional terbuka. Kalau kami sejak awal mengusulkan tertutup," pungkasnya.
Turut hadir dalam webinar tersebut antara lain Politikus Senior Akbar Tandjung Ketua Komisi II DPR RI fraksi Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte.
Kemudian, Komisioner KPU Viryan Aziz, dan Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati.
BERITA TERKAIT: