BEM Nusantara Ajak Mahasiswa Gotong Royong Terapkan Prokes Dan Bijak Bermedsos

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 05 Juli 2021, 07:30 WIB
BEM Nusantara Ajak Mahasiswa Gotong Royong Terapkan Prokes Dan Bijak Bermedsos
Koordinator Pusat BEM Nusantara Dimas Prayoga/Net
rmol news logo Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara meminta mahasiswa untuk bergotong royong guna menerapkan protokol kesehatan (prokes)dan menyadarkan masyarakat.

"Covid-19 ini bisa hilang kalau kita kembali menerapkan asas gotong royong untuk saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain,” ujar Koordinator Pusat BEM Nusantara Dimas Prayoga dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/7/2021).

Yoga menilai mahasiswa harus menjadi pionir dalam membantu masyarakat untuk mencontohkan gerakan taat prokes. Bagi dia, peran mahasiswa akan sangat membantu dalam menyadarkan masyarakat untuk lebih peduli pada pandemi Covid-19.

"Mahasiswa harus menjadi pelopor dalam upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan ditengah wabah pandemi Covid-19 ini," jelasnya.

Di samping itu Yoga juga berharap agar mahasiswa lebih peduli pada situasi pandemi ini. Ia meminta semua masyarakat untuk bekerjasama dalam mencegah  penyebaran Covid-19.

"Hari ini kita harus ikut serta berkolaborasi saling bahu-membahu untuk terlibat dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Dengan cara mematuhi prokes yang sudah dianjurkan oleh pemerintah," ucapnya.

Dia juga mengimbau, agar masyarakat untuk menyaring informasi atau berita terkait dengan pandemi Covid-19. Menurutnya bila masyarakat termakan berita hoax akan semakin membahayakan pada situasi seperti ini.

"Dalam situasi seperti sekarang ini juga masyarakat jangan mudah untuk termakan berita-berita hoax. Harus lebih difilter, jangan sampai malah menimbulkan kegaduhan. Fokus kita hari ini adalah memutus rantai penyebaran Covid-19," tegasnya.

Masih, kata Yoga, BEM Nusantara juga meminta mahasiswa untuk lebih bijak dalam menggunakan sosial media.

"Jangan sampai narasi yang kita buat malah menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat. Sehingga dapat menghambat ikhitiar kita sejauh ini dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan usaha pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA