"Yang tak kalah pentingnya adalah penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM)," kata Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti, Rabu (14/4).
Ia menjelaskan, peta jalan yang strategis jangan sampai hanya menjadi tontonan semata, tetapi harus menjadi daya saing kompetitif bagi SDM Indonesia. Perindustrian, kata LaNyalla, tak dapat bergerak sendiri melainkan memerlukan aset penting berupa SDM.
"Untuk itu, kita perlu mempersiapkan SDM yang terampil dan ahli di bidangnya melalui jalur pendidikam formal," ucap alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.
Dalam penyiapan SDM, kata dia, perlu ada penetrasi dunia industri dengan dunia pendidikan tinggi vokasi. Dengan demikian, tujuan 'Making Indonesia 4.0' sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang menciptakan manusia unggul di bidangnya.
Bagi Indonesia, kehadiran industri 4.0 memiliki arti penting. Selain mampu meningkatkan efektivitas produksi dan distribusi produk, perubahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing di kancah global dan membantu percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Awalnya, implementasi itu diperkirakan bakal menemui hambatan dan proses yang panjang. Namun, transformasi digital di Indonesia justru hadir lebih cepat karena pengaruh pandemi Covid-19.
"Dengan kata lain, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) merupakan sebuah keniscayaan untuk dapat menghasilkan produk bernilai tambah dan memberikan keunggulan kompetitif," demikian LaNyalla.
BERITA TERKAIT: