Dalam kesempatan itu, Iqbal menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik seluruh pegawai untuk menghadapi agenda kerja yang padat pada sisa masa sidang tahun ini.
Apel pagi yang diikuti sebanyak 1.464 pegawai tersebut bertepatan dengan 10 Syawal 1447 H, sekaligus menandai dimulainya kembali aktivitas perkantoran setelah libur nasional dan cuti bersama Lebaran selama 16 hari.
“Apel pagi ini lebih dari sekadar upacara fisik. Ini adalah pengecekan kesiapan 1.464 SDM di bawah tanggung jawab saya. Kita harus memastikan organisasi siap menjalankan tugas sebelum memasuki masa reses mendatang,” ujar Iqbal.
Dalam arahannya, ia menyampaikan tiga poin utama kepada seluruh jajaran Setjen DPD. Pertama, percepatan kinerja pada Masa Persidangan IV mengingat waktu yang relatif singkat sebelum memasuki masa reses.
Ia menegaskan tidak boleh ada penundaan dalam pelaksanaan tugas inti DPD, baik fungsi legislasi, pengawasan, maupun pertimbangan.
“Tidak ada ruang untuk lambat atau salah. Semua harus tepat waktu, tepat regulasi, tepat target, dengan tetap mengedepankan efisiensi dan transparansi anggaran,” tegasnya.
Kedua, penguatan soliditas organisasi dengan menghapus ego sektoral di setiap unit kerja, baik di pusat maupun daerah. Menurutnya, seluruh unit harus bekerja dalam satu irama agar roda organisasi berjalan optimal.
“Soliditas antarunit menjadi kunci kekuatan institusi dalam menghadapi dinamika politik,” kata Iqbal.
Ketiga, ia mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap dinamika global, baik dari sisi geopolitik maupun perkembangan teknologi. Hal itu termasuk kemungkinan adanya penyesuaian kebijakan kerja, seperti efisiensi anggaran hingga penerapan skema kerja jarak jauh atau
work from home (WFH).
Iqbal juga menekankan perlunya penguatan sistem teknologi informasi serta keamanan basis data hasil kerja DPD sebagai langkah antisipasi ke depan.
“Kita kembali dengan energi batin yang diperbaharui setelah pulang ke kampung halaman. Mari kita bekerja dengan hati dan keikhlasan. Apa yang kita lakukan bukan hanya capaian institusi, tetapi bentuk pengabdian lillahi ta’ala,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: