Tidak Mau Ada Sistem Ecer Di Pengelolaan APBD, Jokowi Ke Kepala Daerah Yang Baru: Buat Dua Atau Tiga Program Prioritas Saja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Rabu, 14 April 2021, 22:34 WIB
Tidak Mau Ada Sistem Ecer Di Pengelolaan APBD, Jokowi Ke Kepala Daerah Yang Baru: Buat Dua Atau Tiga Program Prioritas Saja
Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada ratusan kepala daerah yang baru terpilih dalam Pilkada 2020, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, melalui kanal virtual, Rabu, 14 April/Repro
rmol news logo Ratusan kepala daerah yang baru terpilih dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020 sudah dilantik. Hari ini, mereka mendapat pegarahan dari Presiden Joko Widodo untuk kinerja daerah lima tahun mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menekankan pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diharapkan bisa memberikan hasil bermanfaat bagi masyarakat.

"Hati-hati dengan ini, karena anggaran APBD itu bisa mentrigger pertumbuhan ekonomi di daerah bapak/ibu semuanya," seru Jokowi saat memberikan pengarahan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, dan dikutip melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (14/4).

Mantan Wali Kota Solo ini menyebutkan, ada 114 petahana 114 dan 255 kepala daerah yang baru saja dilantik untuk masa kerja periode 2020 hingga 2024.

Mereka, diminta Jokowi untuk mengubah orientasi kerja dari yang biasanya hanya mengikuti prosedur saja menjadi beorientasi pada hasil. Sehingga, para kepala daerah yang baru ini diharuskan untuk berani berinovasi, bekerja dengan kecepatan, dan bukan sekedar mengikuti rutinitas.

"Oleh sebab itu, dalam bekerja jangan hanya puas membaca laporan saja. Cek di lapangan, lihat di lapangan, kontrol di lapangan," teganya.

Salah satu contoh dari orientasi kerja yang mengutamakan hasil, dipaparkan Jokowi, adalah dengan memulai memangkas program kerja pemerintahan daerah masing-masing. Dengan begitu, menurutnya kerja-kerja pemerintah bisa dirasakan oleh masyarakat.

"Saya melihat satu provinsi ada yang mata anggaran kegiatannya sampai 40 ribu. Menurut saya semakin sedikit kegiatan, cara menajemen semakin gampang kontrolnya, semakin gampang ngeceknya, dan hasilnya akan semakin kelihatan," tuturnya.

Maka dari itu, Jokowi menegaskan kepada para kepala daerah agar bisa menjadi pemimpin yang berani menentukan prioritas program dengan hanya membuat dua atau maksimal tiga program prioritas saja. Supaya anggaran bisa terserap dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat di daerah.

"Saya perlu ingatkan, kalau bapak/ibu tidak bisa mengkonsolidasikan ini, manajemennya tidak seperti yang saya sampaiakan, kemudian anggaran diecer di dinas-dinas atau unit yang ada, karena masalahnya pasti selalu ada, karena tidak dirasakan masyarakat, hasil kepemimpinan bapak/ibu dan saudara-saudara sekalian ya tidak terpilih lagi," tuturnya.

"Oleh sebab itu saya titip, buat satu, dua, atau tiga saja kegiatan besar yang anggarannya dikonsentrasikan ke sana. Sehingga hasilnya bisa dilihat, dirasakan, dimanfaatkan oleh masyarakat," demikian Jokowi menambahkan. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA