Begitu harapan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi pelaksanaan vaksinasi yang tinggal menunggu BPOM mengeluarkan Emergency Use Authorization dan MUI mengeluarkan sertifikat kehalalan.
Menko Airlangga mengurai bahwa ekonomi Indonesia sudah mampu melewati
rock bottom pada kuartal kedua tahun 2020, yakni -5,32 persen. Sementara pada kuartal ketiga (Q3) sudah menunjukkan tren positif, yaitu -3,49 persen.
Menko Airlangga memperkirakan, hingga akhir tahun pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di posisi -2,2 persen hingga -0,9 persen.
“Namun kita melihat bahwa di Januari ini atau sepanjang tahun 2021 ini APBN kita didesain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen,†kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu saat menjadi narasumber di salah satu TV swasta nasional, Senin malam (4/1).
Sejumlah lembaga ekonomi internasional telah memperkirakan Indonesia akan tumbuh. Misalnya World Bank yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,4 persen, IMF memprakirakan 6,1 persen, dan ADB 5,3 persen.
Hanya saja, Airlangga menilai publik juga harus mencermati dinamika dari pandemi Covid-19. Terlebih muncul strain baru di Inggris yang membuat sejumlah negara melakukan pengetatan kembali.
“Optimisme pemerintah harus didorong dengan penanganan pandemi Covid-19. Saat ini, tiga juta vaksin sudah dikirimkan ke berbagai daerah. Diharapkan pertengahan Januari 2021 vaksinasi sudah bisa dilakukan secara bertahap,†tegasnya.
Setidaknya ada sejumlah instrumen pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertama, dari APBN yang memberi stimulus untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Kedua, masyarakat cukup percaya diri untuk melakukan konsumsi. Saat ini confident level itu sudah meningkat, konsumsi masyarakat sudah bergerak.
“Ketiga, pada awal Januari indeks saham gabungan (IHSG) sudah kembali ke level 6100-an sehingga timbul optimisme positif. Keempat, rupiah menguat ke level 13.890 per dolar AS pada 4 Januari 2021,†sambungnya.
BERITA TERKAIT: