Digital platform itu sengaja diluncurkan untuk mempermudah lulusan untuk mencari kerja. Launching perdana digelar di Aula Gedung C SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo di Jalan Ki Hajar Dewantara 200, Krian, Sidoarjo.
Kepala SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo, Andri Priyoherianto, mengatakan
magangkerja.net ini adalah wujud nyata program pengembangan sekolah sebagai luaran kegiatan progam peningkatan kapabilitas managerial kepala sekolah berbasis industri yang diselenggarakan oleh Dirjen Vokasi RI bekerjasama dengan FEB Universitas Brawijaya Malang.
"
Magangkerja.net adalah platform khusus pengembangan program sekolah SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo yang merupakan representasi dari BKK dan unit usaha yang fokus pada serapan lulusan SMK agar cepat terserap sesuai kebutuhan industri yang telah bekerja sama," ujar Andri dalam keterangan persnya, Senin (7/12).
Dengan fitur-fitur yang ada di dalamnya, kata Andri, digital platform
magangkerja.net memudahkan lulusan untuk mengkases informasi lowongan pekerjaan.
"
Magangkerja.net juga memiliki fasilitas pendidikan pelatihan dengan platform
tempatkursus.id yang telah terdaftar di Kementerian Tenaga Kerja RI sebagai
learning management system kursus gratis untuk sekolah jejaring dan IDUKA (Industri Usaha Kerja), dan TEFA SKAMEDIS yang emrupakan fitur yang menghubungkan dengan website teaching factory SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo yang saat ini menjual produk-produk minuman teh dan kopi herbal hasil produk pengembangan kewirausahaan," jelasnya.
Acara
soft launching digital platform
magangkerja.net ditandai dengan pengaktifan secara resmi oleh anggota DPRD Sidoarjo Pujiono dan Chief Executive Officer (CEO)
magangkerja.net yang juga merupakan Kepala SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo, Andri PriyoheriantoHadirnya.
Digital platform
magangkerja.net ini, diharapkan bisa secara maksimal memfasilitasi lulusan dari SMK Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo, SMK jejaring, dan lulusan-lulusan SMK lainnya di Indonesia untuk segera bekerja sesuai kompetensinya.
Target besar sebanyak 2000 perusahaan yang bekerjasama di seluruh dunia akan mempercepat serapan lulusan sehingga pendapat bahwa SMK adalah penyumbang terbesar pengangguran dapat dipatahkan.
BERITA TERKAIT: