Soal penghargaan itu, anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli atau akrab disapa MTZ menyebut sistem transportasi di Jakarta seperti cerita bersambung sejak zaman Sutiyoso.
"Beliau menggagas TransJakarta kemudian memulai pembangunannya. Fauzi Bowo (Foke) meneruskannya. Di zaman Foke pula rute dan jalur-jalur ditambah," ungkap MTZ kepada
Kantor Berita RMOLJakarta, Minggu (1/11).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melanjutkan, zaman Gubernur Jokowi ditambah dengan perencanaan MRT dan LRT.
Perkembangannya pun semakin mulus ketika Jokowi naik jadi presiden digantikan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi gubernur.
"Karena presidennya adalah Jokowi, maka pembangunan MRT dan ditambah LRT saat Asian Games 2018 bisa berlangsung," sambungnya.
Menurut MTZ, Ahok dapat backup kuat dari RI-1 untuk membangun transportasi Jakarta. Kemudian setelah itu datanglah era Anies Baswedan.
Di masa ini pembangunan transportasi makin berkesinambungan. Di mana, zaman Anies dikenal JakLingko, sistem yang mencoba mengintegrasikan antara moda transportasi TransJakarta, MRT, LRT dan angkutan kota.
"Angkot yang tadinya dipandang sebelah mata jadi naik kelas di zaman Anies. Dan pembangunan masih terus berlanjut," bebernya.
Dia menegaskan, semua gubernur Jakarta sejak Sutiyoso mempunyai andil membangun sistem transportasi modern di Jakarta. Juga yang patut diingat, jangan serta melupakan kerjasama warga dan anggota dewan.
"Itulah makna '
sustainable development' atau pembangunan yang berkelanjutan. Untuk membangun kota apalagi negeri perlu keberlanjutan, kesinambungan dan kerjasama dari semua pihak. Tidak bisa nafsi-nafsi, sendiri-sendiri atau saling klaim," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: