Demikian disampaikan Bacalon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam sebuah webinar, Jumat (28/8).
Menurut putri Hashim Djojohadikusumo itu, belum ada aturan pasti mengenai berapa jumlah kapasitas masyarakat yang dibolehkan hadir saat kampanye. Mulai dari hanya diperbolehkan 20 orang, 50 orang, sampai terakhir tidak terbatas asal dapat menjaga jarak dan menerapkan protokol Covid-19.
"Mohon juga kepada Pak Dewa Raka Sandi (Komisioner KPU) bisa memberikan kepastian karena kami pun belum mendapatkan jumlah yang pasti karena kemarin pun di KPUD masih berubah-ubah," terang Saraswati dilansir
Kantor Berita RMOLBanten.
Sarawati melanjutkan, apabila harus melangsungkan kampanye secara langsung di tengah pandemik, protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Namun ia tak memungkiri bila di sisi lain, hal itu justru mendapat anggapan kurang baik dari masyarakat.
Saraswati mencontohkan dengan mengikuti protokol Covid-19, menjaga jarak, tidak berjabat tangan di kalangan masyarakat dianggap sombong.
"Kalau kami mau membatasi dengan 20 orang juga dikatakan sombong. Dan kalau misalnya yang datang itu 100 orang apakah kami harus menolak untuk mereka tidak boleh masuk? Hal seperti ini yang memang agak sulit," terang Saraswati.
Buat Saraswati, untuk tipologi Kota Tangsel cukup mudah melakukan kampanye karena bisa secara virtual. Mayoritas masyarakat Tangerang Selatan sudah melek teknologi dan menggunakan media sosial. Sehingga kampanye daring juga menjadi salah satu strategi paslon Muhammad-Saraswati dalam menggaet dukungan.
"Tentunya di Tangerang Selatan cukup beruntung ya, karena pengguna media sosial di Tangsel itu cukup tinggi. Sedangkan untuk wilayah-wilayah lain mungkin itu tidak bisa dilakukan dengan intensitas yang sama," demikian Saraswati.
BERITA TERKAIT: