Airlangga Hartarto: Program-program Padat Karya Jadi Strategi Pemerintah Pulihkan Ekonomi Di Masa Pandemik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 26 Agustus 2020, 19:43 WIB
Airlangga Hartarto: Program-program Padat Karya Jadi Strategi Pemerintah Pulihkan Ekonomi Di Masa Pandemik
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net
rmol news logo Upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi sebagai dampak dari pandemik tetap akan mengedepankan strategi yang menyelamatkan masyarakat bawah.

Strategi pemulihan ekonomi ini juga tetap mengedepankan kepentingan kesehatan masyarakat.

Hal ini kembali ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berpidato dalam pembukaan Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), di Jakarta, Rabu (26/8).

Airlangga menyampaikan, pemerintah meluncurkan sejumlah program dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) terbaru. Langkah ini ditempuh sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjawab tantangan situasi pandemik terkini.

"Pemerintah meluncurkan eskalasi program-program padat karya, subsidi upah, dan perluasan pemberian kredit," kata Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan PEN.
 
Airlangga juga menjelaskan, program padat karya yang saat ini tengah berjalan, segera ditingkatkan intensitasnya. Menurutnya, hal ini bertujuan mengurangi tekanan pengangguran dan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Sambung Ketua Umum Partai Golkar ini, bantuan subsidi upah (BSU) diberikan kepada pekerja pegawai swasta. Bantuan diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan untuk satu orang pekerja selama 4 bulan dan disalurkan dalam 2 tahap, yaitu pada kuartal III dan kuartal IV tahun 2020.

Meskipun demikian, lanjutnya, tidak sembarang pekerja swasta mendapat BSU. Namun, ada beberapa kriteria pegawai swasta yang dapat menerima bantuan tersebut yang salah satunya adalah pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan yang mengalami tekanan akibat Covid-19 dan tenaga kerja aktif yang terdaftar dalam BP Jamsostek.

"Selanjutnya ada Program Kartu Prakerja yang diprioritaskan untuk mereka yang tidak terdaftar di BP Jamsostek yang diberikan bantuan upah. Kami telah kembangkan Kartu Prakerja dari skema awal targetnya 2 juta peserta, kini skemanya menjadi 5,6 juta peserta," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, ada program perluasan pemberian kredit juga ditujukan bagi rumah tangga dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan fasilitas bunga nol persen yang disalurkan melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) yang diperluas.

"Tahap awal dengan target mencapai 2 juta nasabah tahun 2020. Dengan plafon pinjaman diperkirakan Rp 6-10 juta," imbuhnya.

Sementara itu dari sisi kesehatan, Airlangga menyebutkan, pemerintah telah melakukan beberapa kali uji coba vaksin. Jumlah tes yang dilakukan di Indonesia juga terhitung cukup masif, yaitu sebanyak 2.077.441 juta vaksin.

Untuk terus mengupayakan penanganan Covid-19, pemerintah tengah melakukan beberapa inisiatif. Inisiatif terdepan adalah Indonesia dapat mempunyai akses terhadap 30 juta vaksin Biofarma pada akhir tahun.

Terkait persentase kasus sembuh Covid-19 di Indonesia sebesar 71,50 persen, lebih tinggi dibandingkan persentase secara global di angka 68,71 persen. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA