Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 21 April 2026, 09:30 WIB
Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan
Mohammad Ghalibaf (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Wion)
rmol news logo Menjelang berakhirnya tenggat waktu gencatan senjata, Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran tidak akan berunding di bawah tekanan atau ancaman.

Dalam pernyataannya di media sosial, Ghalibaf menuding Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha mengubah meja perundingan menjadi “meja penyerahan” melalui kebijakan tekanan dan pelanggaran gencatan senjata.

“Trump, dengan memberlakukan pengepungan dan melanggar gencatan senjata, ingin menjadikan meja perundingan ini - dalam imajinasinya - sebagai meja penyerahan atau untuk membenarkan dimulainya kembali perang,” ujarnya, dikutip dari Al-Jazeera, Selasa 21 April 2026.

Ghalibaf juga menegaskan bahwa Iran menolak keras negosiasi yang dilakukan di bawah bayang-bayang ancaman. Dalam dua pekan terakhir, menurutnya, Iran telah bersiap untuk membuka “kartu baru” di medan pertempuran jika upaya diplomasi gagal.[]
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA