Masa Jabatan Sudah Habis, Politisi Demokrat Pertanyakan Rekomendasi Pilkada PSI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 21 Agustus 2020, 03:53 WIB
Masa Jabatan Sudah Habis, Politisi Demokrat Pertanyakan Rekomendasi Pilkada PSI
Bendera Partai Solidaritas Indonesia/Net
rmol news logo Sejak kemunculannya pasca pemilu tahun 2014, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) langsung mencuri perhatian publik.

Selain diisi partisipan dari kalangan anak muda, perempuan dan lintas agama, partai yang diketuai oleh mantan presenter berita Grace Natalie ini juga kerap kali melakukan hal yang dinilai kontroversi.

PSI resmi menjadi badan hukum setelah melalui verifikasi Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 7 Oktober 2016. Partai ini juga satu-satunya partai baru yang lolos seleksi badan hukum pasca Pilpres 2014.

Namun sampai hari ini, Partai PSI tidak terdengar melakukan Kongres. Padahal sesuai anggaran dasar rumah tangga PSI disebutkan Dewan Pimpinan Pusat Partai dipilih dan ditetapkan untuk masa jabatan lima tahun.

Hal inilah yang kemudian dikritisi oleh politisi partai Demokrat Taufik Rendusara.

Melalui akun twitter pribadinya, Taufik menyindir PSI yang disebut-sebut partai paling demokratis. Tapi tidak juga menjalankan kongres.

"Mendirikan partai untuk merebut kekuasaan dengan cara konstitusi. Kalau konstitusi partainya sendiri tidak dijalankan, jangan-jangan partai itu didirikan hanya untuk menjadi penjilat penguasa, iya nggak sih?" ujarnya pada Kamis (20/8).

Taufik pun turut mempertanyakan rekomendasi Partai Solidaritas Indonesia dalam Pilkada serentak 2020 yang ternyata masa bakti pengurusnya sudah habis 2019 lalu.

"Apakah masih sah secara hukum? Jangan nanti dikemudian hari legal standing calon jadi persoalan," tegasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA