Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan seolah ingin mengatakan bahwa negaranya adalah negara berdaulat sekaligus pemimpin di kawasan.
Begitu terang Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta menanggapi kebijakan tegas pemerintah Turki yang mendapat tentangan dari berbagai pihak, termasuk oleh UNESCO.
“Turki pemimpin kawasan. Itu pesan Erdogan di balik keputusan mengembalikan Hagia Sophia menjadi masjid setelah dijadikan museum oleh Attaturk sejak 1935,†ujarnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Minggu (12/9).
Menurut mantan presiden PKS ini, pesan yang ditampilkan Erdogan bukan sembarangan. Ada sebuah pertarungan geopolitik yang hendak dimenangkan oleh Erdogan.
“Ini pesan determinasi di tengah pertarungan politicall will secara geopolitik,†tegas Anis Matta.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: