Perkiraan masa puncak tersebut terhitung 60-80 hari sejak pengumuman pemerintah ada dua warga Depok, Jawa Barat, yang positif mengidap corona.
Demikian disampaikan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Bidang Intelijen Teknologi, Mayjen TNI Afini Boer, dalam acar diskusi publik bertajuk "Bersatu Melawan Corona" yang diiniasi DPP Partai Golkar di Litle League Caffe, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).
"Kita memperkirakan bahwa masa puncak di Indonesia itu akan berlaku 60 hari sampai 80 hari sejak infeksi pertama itu diumumkan tanggal 2 Maret. Jadi kalau kita hitung-hitung, masa puncak itu mungkin jatuhnya di bulan Mei," ujar Afini Boer.
"Berdasarkan permodelan ini, jatuhnya di bulan puasa," imbuhnya.
Lanjut Afini Boer, prediksi masa puncak corona di Indonesia merujuk mekanisme yang telah dilakukan negara lain, seperti China dan negara-negara Eropa.
Terkiat mekanisme tersebut, kata Afini Boer, pemerintah telah bekersama sama dengan beberapa pihak terkait.
"Di China masa puncaknya 60 hari. Sementara kalau di Inggris mereka membuat permodelan ini, masa puncak diperkirakan 130 hari. Kalau Inggris ini permodelannya beda lagi, ada faktor-faktor asimtomatik. Orang-orang yang mempunyai gejala dihitung sejak masa puncaknya itu 130 hari," tuturnya.
"Di Indonesia sebetulnya bekerja sama dengan bebarapa pihak, itu sama juga membuat permodelan dari data yang sudah ada," demikian Afini Boer.
Selain Afini Boer, turut hadir dalam acara diskusi tersebut sejumlah narasumber lain. Antara lain Direktur Eksekutif CSIS, Philips J Vermonte; Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid; Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin; Satgas Waspada & Siaga NCOF PB IDI, Erlina Burhan.
BERITA TERKAIT: