Pemilihan Kepala Otorita IKN, Pengamat: Tiga Kandidat Lain Belum Teruji

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 09 Maret 2020, 07:31 WIB
Pemilihan Kepala Otorita IKN, Pengamat: Tiga Kandidat Lain Belum Teruji
Basuki Tjahaja Purnama/Net
rmol news logo   Saat nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok disebut-sebut sebagai kandidat terkuat yang akan mengisi jabatan kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara, semakin kuat pula publik dari berbagai kalangan mengkritisi pencalonan mantan Guberur DKI Jakarta itu.  

Analis Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai sosok Ahok memiliki peluang besar. Sebab, menurutnya, selain memiliki pengalaman, Ahok juga memiliki jaringan yang luas. Sosok Ahok bisa dipercaya dan bisa menggandeng investor.

Sebab, pembangunan ibu kota baru membutuhkan SDM, infrastruktur, dan dana yang besar. Kemudian, pembangunan ibu kota baru juga membutuhkan orang yang tidak sekadar berwacana dan punya pengalaman memimpin ibu kota.

"Butuh orang kerja nyata, orang punya kemampuan mengelola me-manage berbagai persoalan, pembangunan infrastruktur, pendanaan, dan kerjasama pihak-pihak investor. Karena ini pembangunan tidak menggunakan APBN sepenuhnya, kebanyakan dari investor," katanya kepada media, Minggu (8/3).

Trubus tidak memungkiri, munculnya konflik pendatang dan penduduk lokal. "

Belakangan masyarakat lokal minta Kepala-nya jangan dari luar tapi dari dalam, dengan alasan dia nggak mau trauma seperti DKI Jakarta, orang betawi yang termarjinalisasi," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah mengumumkan empat kandidat yang bakal menduduki posisi pimpinan IKN.

Mereka adalah Komisaris Utama PT Pertamina (persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok alias BTP, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana, dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Menurut Trubus, tiga kandidat lainnya belum teruji menjadi pimpinan daerah. Azwar Anas, meski menjadi pimpinan daerah, tapi ruang lingkup kepemimpinan tidak sebesar ibu kota negara. Lalu, Bambang Brodjonegoro belum punya pengalaman untuk mengelola kota, sementara Tumiyana lebih menguasai teknis pembangunan di lapangan.  rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA