Diskusi ini digelar di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/2) yang dihadiri beberapa pembicara, di antaranya anggota DPR RI, Yaqut C Qoumas; analisis konflik dan terorisme, Alto Luger; praktisi dan pengajar hubungan internasional, Dinna Wisnu.
Sekretaris Jendral PKB, Hasanuddin Wahid, menyampaikan maksud diselenggarakannya diskusi ini. Ia berujar, PBNU memiliki alasan untuk menolak kepulangan ratusan kombatan ISIS di Timur Tengah itu.
"Untuk itu kita patokannya kaidah ushul fikih, yaitu kemaslahatan umum harus didahulukan daripada urusan khusus yang 600 sekian konbatan ISIS," ungkapnya saat pembukaan acara.
Lebih lanjut, Hasanuddin Wahid mengatakan bahwa isu kepulangan ISIS ini akan dikupas secara menyeluruh di dalam diskusi ini. Oleh karenanya, akan ada
output berupa hasil kajian yang akan dijadikan landasan berfikir, khususnya terkait penolakan kepulangan kombatan ISIS.
"Harus ada penyelesaian yang menyeluruh. Karena urusan ini bukan hanya hajat hidup bangsa Indonesia, tapi mengemuka di dunia," tambahnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: