Dalam sebuah diskusi bertajuk "Terobosan Baru Politik Pilkot Tangsel", pengusaha properti ini berkomitmen melalukan pembangunan pariwisata dengan membuka ruang kerjasama dengan seluruh perusahaan, alias tidak ke segelintir perusahaan saja yang telah menguasai proyek di sejumlah titik wilayah Tangsel.
"Nanti saya akan giring pariwisata, kita minta pengusaha untuk bangun," katanya saat memaparkan program-programnya, di Sae Pisan Restaurant, Serpong, Tanggerang Selatan, Selasa (11/2).
Pria asal Lengkong Kiyai, Tanggerang, Banten ini, bahkan telah memiliki mekanisme pembangunan yang ciamik, alias tidak menimbulkan dampak lingkungan yang besar di masyarakat.
"Misalnya yang bikin repot itu kalau kita kasih kontraktor lalu bikin macet atau banjir. Nanti kalau saya tidak. Untuk bekerja itu harus malam-malam. Jangan sembarang membangun. Kalau sembarangan saya kasih sanksi," jelasnya.
Adapun untuk rencana awal dari pengembangan pariwisata ini akan dilakukan rancangan pembangunan ikon Kota Tangsel. Rizal Bawazier menjelaskan, pembangunan icon kota akan dilakukan di tengah-tengah Kota Tangsel.
"Kita sudah ada pemikirannya, berupa alun-alun. Jadi istilahnya ada satu ikon di Tangsel. Dan pasti ada budgetnya, kalau itu dari Rp 4 triliun," katanya.
"Yang penting kan mengatur budget, APBD, baru lah nanti bisa kita bangun," pungkasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: