Saat kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jokowi mengatakan, ada tiga nama yang akan menduduki kursi Dewas KPK. Mereka adalah, Albertina Ho, Artidjo Alkostar dan Taufiequerachman Ruki.
"Itu tapi belum diputuskan loh ya," kata Kepala Negara, di Balikpapan, Rabu (18/12).
Namun, yang terlihat di Istana saat pelantikan Dewas KPK adalah mantan Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean.
Pegiat antikorupsi Ray Rangkuti mengatakan, jika memang Ruki dijanjikan masuk Dewas KPK lalu kemudian dibatalkan. Maka, Jokowi telah membuat masalah di awal perjalanan Dewas KPK.
"Kalau sudah dijanjikan dan
last minute diganti kan masalah," kata Ray kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/12).
Ray menduga dicoretnya Ruki karena latar belakang karirnya di Polri. Ruki adalah purnawirawan Polri dengan pangkat inspektur jenderal.
Bukan tanpa alasan, sambungnya, polisi Ketua KPK Firli Bahuri yang juga berlatar belakang Polri, bisa jadi tendensi lain seandainya Ruki juga dilantik di KPK.
"Mungkin Pak Jokowi mengambil keputusan itu karena mulai banyaknya anggota Polri masuk institusi publik," tutup Ray.
BERITA TERKAIT: