Merespons hal itu, peneliti CSIS, Arya Fernandes berpandangan bahwa pengembalian pelaksanaan Pilkada kepada DPRD akan menutup kran lahirnya inovator politik dari masyarakat.
"Karena selama ini Pilkada langsung menjadi salah satu sumber rekuitmen politik," ujar Arya Fernandes di Hotel Ibis Tamarin, Menteng, Jakarta, Minggu (8/12).
Ketika Pilkada digelar secara langsung, maka hasil pemilihannya pun akan dikembalikan kepada rakyat. Baik buruknya seorang pemimpin akan tergantung dari pilihan masyarakat.
Salah satu bukti rekrutmen yang bagus adalah karier Joko Widodo. Kata Arya, Jokowi memulai karier politiknya ketika didukung PDI Perjuangan sejak dari Solo hingga menjadi Presiden dua periode.
"Pilkada langsung sejak 2005 menjadi sumber rekruitmen politik di tingkat nasional, Pak Jokowi misalnya dari Pilkada Solo, Jakarta sampai menjadi presiden," jelasnya.
Begitu juga soal partisipasi publik. Ia menjelaskan, Pilkada langsung dari masa ke masa menunjukkan tren partisipasi masyarakat yang positif.
"Kita lihat dari parstisipasi rata-rata, pasrtisipasi di 2018 itu sebesar 73 persen nah partisipasi itu lebih tinggi daripada Pilpres 2009 dan Pilpres 2014," tutupnya.
BERITA TERKAIT: