Lembaga pengawas pemilu ini membeberkan hal tersebut di dalam acara "Konferensi Nasional Pengawasan dan Penegakan Keadilan Pemilu", di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis siang (5/12).
Sebanyak 700 perwakilan anggota Bawaslu Provinsi di seluruh Indonesia mengikuti jalannya konferensi tersebut.
Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu Bawaslu, La Bayoni menyatakan, perhelatan Pemilu 2019 perlu dievaluasi.
"Berbagai problematika tersebut sangat penting untuk dikaji dalam rangka memperbaiki dan menyiapkan sistem pemilu seretak yang akan diselenggarakan tahun 2024," katanya saat sambutan.
Beberapa persoalan yang bakal dibahas di dalam konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini diantaranya, terkait hak politik, kampanye, pungut hitung dan rekapitulasi suara/ Selain itu juga tentang penegakan hukum dan perselisihan hasil pemilu.
Konferensi tersebut juga membahas terkait kelembagaan penyelenggara pemilu, inisiatif masyarakat, pengawasan partisipatif dan pengetahuan pemilu.
Bawaslu, diterangkan Bayo, telah merangkum seluruh persoalan pelaksanaan pemilu 2019, termasuk permasalahannya di dalam satu buku.
"Buku itu hasil riset dan laporan komunikasi yang melibatkan akademisi, pegiat pemilu dan penyelenggara pemilu yang berfokus terhadap beberapa topik," ujarnya.
Kegiatan konferensi nasional Bawaslu ini berlangsung selama 3 hari, dimulai tanggal 5 sampai 7 Desember 2019, di Hotel Grand Sahid Sudirman, Jakarta. Kegiatan didanai dari anggaran Bawaslu RI.
BERITA TERKAIT: