Perihal kejadian tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin mengaku prihatin. Terutama soal korban yang ternyata prajurit TNI.
"Kami ikut prihatin atas terjadinya salah satu ledakan di Monas," ujar Aziz di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12).
Aziz menduga prajurit TNI yang menjadi korban sedang berinisiatif untuk melakukan pengecekan terhadap benda mencurigakan yang dia temukan.
"Dalam pelaksanaan itu memang mungkin pada saat itu tidak dilihat ini sebagai benda aneh yang dapat meledak, kemudian dibuka, ternyata pada saat dibuka kemudian meledak," jelasnya.
Berkaca dari kejadian tersebut, Aziz mengingatkan kembali soal fungsi Densus 88 dan Gegana. Yakni, sebagai fungsi pengamanan saat ada masyarakat yang menemukan benda mencurigakan.
"Memang secara SOP mekanismenya harus dilakukan oleh tim khusus, dalam hal ini Densus, untuk melakukan (pengecekan benda), mengamankan," pungkasnya.