Agenda utama dari munas tidak lain adalah menentukan nahkoda Golkar untuk lima tahun ke depan. Ada dua kandidat yang muncul, pertama petahana Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua MPR Bambang Soesatyo.
Terlepas dari kompetisi kedua tokoh tersebut, pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mewanti-wanti agar Golkar mengutamakan kebersamaan yang sudah terjalin.
“Kebersamaan di internal yang sudah semakin solid harus terus dirawat,†ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (6/11).
Atas alasan itu juga, Emrus menyarankan agar penentuan ketum Golkar digelar melalui musyawarah, seperti saat pemilihan pimpinan MPR RI baru-baru ini.
“Jangan melalui voting,†tegasnya.
Menurutnya, pemilihan melalui musyawarah dapat menghindarkan partai beringin dari masalah internal dan dualisme yang sempat terjadi sebelum dipimpin Airlangga.
“Jangan sampai terjadi kubu-kubuan lagi,†pungkas Emrus.
BERITA TERKAIT: