Tidak Ada Yang Baru, Tapi Pidato Jokowi Mengandung Optimisme

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/idham-anhari-1'>IDHAM ANHARI</a>
LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Senin, 21 Oktober 2019, 14:22 WIB
Tidak Ada Yang Baru, Tapi Pidato Jokowi Mengandung Optimisme
Joko Widodo/Net
rmol news logo Ada optimisme dalam pidato awal Presiden Joko Widodo di periode kedua pemerintahannya. Jokowi yakin target Indonesia masuk lima besar ekonomi dunia pada 1945 bisa menjadi modal untuk menyukseskan pembangunan di tengah melemahnya ekonomi global.

Begitu pandangan dari Direktur Public Institute, Karyono Wibowo kepada wartawan, Senin (21/10).

"Tentu saja optimisme tersebut dilandasi oleh visi dan misi pembangunan yang berkesinambungan dan konsisten," ujarnya.

Dalam pelaksanaan pembangunan, kata dia, tentu diperlukan strategi kebijakan pembangunan yang mampu menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi selama lima tahun ke depan. Faktor yang tidak kalah penting untuk mewujudkan harapan tersebut adalah kualitas dan integritas menteri dalam kabinet pemerintahan yang sesaat lagi akan diumumkan.

Selain itu, tambah dia, diperlukan stabilitas politik dan keamanan sebagai salah satu syarat untuk mewujudkan agenda pembangunan yang diharapkan.

"Dalam pidatonya, meski Jokowi mencoba membangun optimisme, tapi sejatinya secara substansi, isi pidato Jokowi tidak ada yang baru. Pada hakikatnya, pidato awal Presiden Jokowi yang disampaikan saat pelantikan isinya sudah sering disampaikan sebelumnya. Poin-poinnya sudah ada dalam lima Visi Jokowi," ujar Karyono.

Pada pidato kali ini, Jokowi kembali menyebut lima agenda strategis yang menjadi prioritas selama lima tahun ke depan. Dia menyinggung prioritas pembangunan SDM, kelanjutan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, transformasi ekonomi dengan melakukan berbagai inovasi, penggunaan teknologi yang mudah dijangkau dan mendobrak sistem lama yang tidak produktif menjadi produktif.

"Penekanan pemberdayaan ekonomi sektor UMKM juga menjadi perhatian serius," tandasnya.

Jokowi juga kembali menyinggung perlunya penyederhanaan regulasi yang lebih menggairahkan investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan selama lima tahun ke depan. Jokowi kembali berjanji akan memangkas regulasi yang menghambat investasi.

Mengapa substansi dua pidato Jokowi terakhir tidak jauh berbeda, yaitu pidato tahunan pada Agustus 2019 dan pidato awal di periode keduanya kali ini.

"Saya mencoba menangkap pesan Jokowi memang akan fokus kepada lima agenda strategis. Dia tidak ingin bergeser dari visi tersebut," demikian Karyono. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA