Begitu kata Director for Presidential Studies-DECODE UGM, Nyarwi Ahmad saat berbincang dengan
Kantor Berita RMOL, Minggu (28/7)
Menurutnya, kedua putra Jokowi memiliki potensi menang di Solo lantaran Jokowi juga masih memiliki daya tarik dan pengaruh yang besar.
"Mungkin dalam konteks Pak Jokowi ini bukan fenomena dinasti politik, tetapi selebriti politik. Pak Jokowi sendiri sudah punya daya tarik kan dan sudah punya pengaruh besar ke pemilih.
Tidak hanya itu, kehadiran tokoh politik yang miliki popularitas tinggi juga masih minim. Sehingga pencarian partai berkutat pada siapa tokoh yang memiliki popularitas tinggi.
"Makanya mereka (parpol)
hunting kan mencari tahu talent yang dianggap populer dan bisa memenangkan dalam pilkada. Ini sebenarnya implikasi dari model rezim pemilu elektoral yang liberal," jelasnya.
Namun demikian, Nyarwi mengingatkan bahwa popularitas saja tidak cukup. Partai harus tetap utamakan gaya kepemimpinan calon yang diusung. Maka dari itu,
track record kepemimpinan harus diutamakan.
"Dia punya kompetensi yang memadai atau enggak untuk menduduki jabatan-jabatan itu, dan itu kan bisa dilihat dari
track record, pengalaman dia," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: