"Kita sedang menghadapi defisit legitimasi," inisiator lembaga Rumah Indonesia, Nursyahbani Katjasungkana di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Jumat (12/4).
Nursyahbani menyebutkan salah satu penyebab defisit legitimasi belakangan ini tidak lain karena tidak adanya batas lembaga-lembaga negara terhadap politik praktis.
"Institusi yang secara kredibel bisa menjaga kebhinnekaan kian langka, hampir semua terseret dan terjebak pada politik elektoral," jelasnya.
Bukan sekedar institusi administrasi pemerintahan, kata dia, defisit legitimasi pun sudah sampai pada aparat sipil dan bersenjata yang seharusnya selalu dipercaya.
"Banyak yang merasakan bahwa institusi Polri dan TNI sudah kurang solid," tukasnya.
BERITA TERKAIT: