KPK Jangan Berhenti Sampai Bantahan Nusron

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 10 April 2019, 13:13 WIB
KPK Jangan Berhenti Sampai Bantahan Nusron
Bowo Sidik Pangarso/RM
rmol news logo Pernyataan tersangka dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso tidak boleh dianggap remeh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK harus mengungkap kebenaran pernyataan kader Golkar itu yang menyeret nama Ketua Bapilu Jawa dan Kalimantan Golkar Nusron Wahid.

Bowo menyebut telah diperintah oleh Nusron untuk menyiapkan 400 ribu amplop serangan fajar saat hari pencoblosan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai KPK tidak boleh putus pada pernyataan Nusron yang sudah membantah Bowo.

"Ya emang, harus bantah dulu kan. Tapi pengakuan Bowo ini tidak boleh berhenti hanya dengan bantahan Nusron aja," jelasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/4).

Baginya pengungkapan keterlibatan Nusron sangat penting diungkap. Terlebih, Nusron merupakan pendukung setia Jokowi, yang pada Pipres 2014 dia rela dikenai sanksi dari partai demi mendukung Jokowi-JK.

Kata Hendri, kasus ini juga menjadi ujian bagi jargon revolusi mental yang diusung Jokowi. Sebab, jargon itu akan gugur dengan sendirinya jika orang-orang sekitar Jokowi terus ditangkapi oleh KPK.

Sebab sebelumnya, KPK telah menangkap kader PPP Romahurmuziy yang dikenal sangat dekat Jokowi.

"Penyebutan nama Nusron ini ujian selanjutnya bagi kubu Jokowi, sejak 5 tahun lalu Presiden Jokowi menelurkan jargon revolusi mental," tandasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA