Pemilu Harus Berlangsung Kondusif Baik Sebelum Maupun Sesudah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 03 April 2019, 18:24 WIB
Pemilu Harus Berlangsung Kondusif Baik Sebelum Maupun Sesudah
Arukat Djaswadi/Net
rmol news logo . Pemilu serentak 2019 Pileg dan Pilpres harus berlangsung dengan damai dan aman. Hal itu demi masa depan bangsa yang lebih baik.

"Saya mengimbau kepada warga Indonesia, demokrasi (pemilu) harus kita gunakan untuk membangun bangsa ini supaya anak, cucu kita nanti tidak jadi korban," ujar tokoh antikomunis yang juga Direktur Center for Indonesia Comunity Studies (CICS), Arukat Djaswadi, Rabu (3/4).

Arukat ingin pemilu berlangsung kondusif baik sebelum maupun sesudah, karena berkaca pada pengalamannya di masa lampau pada 1965. Pada tahun itu, perselisihan ideologi begitu kental di masyarakat, sehingga sempat menimbulkan konflik horizontal. Atas itu, pria 71 tahun ini tidak ingin sejarah pahit bangsa terulang kembali.

"Pemilu damai itu bukan hanya penting, tapi kita harus menguatkan ikatan persaudaraan dan kebangsaan kita. Semangat kebangsaan dengan pilpres ini perlu dipererat. Di negara demokrasi mana pun perbedaan itu wajar," tuturnya.

Salah satu upaya mempersatukan perbedaan yang terjadi di masyarakat adalah dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Seluruh pihak disarankan mengingat kembali ideologi bangsa, yang menjadi wadah untuk mengakomodir seluruh kepentingan dan perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Perbedaan ideologi, budaya itu hal yang kodrati. Enggak usah dibentur-benturkan. Para pendahulu kita membangun kesamaan dalam satu dasar negara berfalsafah Pancasila. Semua bisa ditampung di situ. Itu adalah bentuk kompromi oleh pendiri bangsa," jelas dia dalam keterangannya.

Salah satu hal yang dinilai berpotensi mengancam persatuan dan kedamaian bangsa adalah beredarnya hoax di ruang publik. Arukat meminta produksi dan penyebaran informasi bohong itu ditindak tanpa pandang bulu.

"Dengan Pancasila kita bisa bersatu, dan berkembang atau maju bersama. Terkait hoax tentu harus (penindakannya) dikenakan kepada semua, tidak pandang bulu," tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA