PPP Harus Bangkit Seperti PKS Saat Tersandung Kasus Impor Sapi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 22 Maret 2019, 14:21 WIB
PPP Harus Bangkit Seperti PKS Saat Tersandung Kasus Impor Sapi
Romahurmuziy/Net
rmol news logo Kasus dugaan suap jual beli jabatan yang menjerat kader PPP Romahurmuziy mirip dengan yang menimpa PKS di tahun 2013. Kala itu, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terjerat kasus suap daging impor.

"Kasus Romi seolah mengulang apa yang terjadi menjelang Pemilu 2014 lalu. Dulu Presiden PKS juga terjerat kasus suap," ujar peneliti Parameter Politik Indonesia, Ali Thaufan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/3).

Dengan kata lain, Ali ingin mengatakan bahwa efek dari penangkapan Romi akan berdampak signifikan pada perolehan suara PPP sebagaimana PKS di Pemilu 2014. Akibat penangkapan Luthfi, suara PKS turun drastis.

"Sebelumnya hasil Pemilu 2009 kursi PKS di DPR 57. Kemudian turun di 2014 menjadi 40 kursi," jelasnya.

Alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini pun mengingatkan bahwa PPP perlu kerja keras di sisa waktu yang tinggal hitungan hari. Sehingga, partai berlambang Kabah itu bisa mempertahankan kepercayaan masyarakat untuk meraih target kursi parlemen. Sebagaimana PKS yang masih bisa bangkit dan hadir di Senayan.

"Ini jadi PR berat PPP karena harus memulihkan kepercayaan publik," demikian Ali. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA