Kemudahan mengakses internet membuat pengguna media sosial dengan cepat memperoleh informasi maupun berita, serta dapat menyebarkan.
Akan tetapi, dari sekian banyak informasi atau berita yang diterima di jejaring media sosial tidak sedikit yang merupakan informasi yang pantas untuk diragukan kebenarannya.
Namun, karena tidak memiliki kemampuan menyaring berita bohong, tak jarang masyarakat menerima begitu saja dan bahkan ikut menyebarkan kabar bohong.
Dalam hal ini, masyarakat Indonesia khususnya para pengguna media sosial dalam posisi dilema karena kebenaran dan kebohongan semakin sulit dibedakan dalam menggunakan media sosial akhir-akhir.
Demikian dikatakan Kepala Bidang PTKP HMI Cabang Jakarta Raya, Iskandar dalam rilisnya.
"Kami meminta keseriusan lembaga Kementerian Komunikasi dan Informatika, untuk dapat memaksimalkan pencegahan dini terhadap penyebaran informasi tidak benar," tegasnya.
Selain itu kepada institusi Polri, kata Iskandar, harsu bisa menangkal jejaring media sosial yang menyebarkan konten-konten
hoax.
BERITA TERKAIT: