Kartu Pra Kerja, Janji Elektoral Paling Bohong Dalam Sejarah Pemilu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 11 Maret 2019, 13:47 WIB
Kartu Pra Kerja, Janji Elektoral Paling Bohong Dalam Sejarah Pemilu
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief/Net
rmol news logo . Calon Presiden petahana Joko Widodo berjanji kalau kembali terpilih pada Pilpres 2019 akan kembali meluncurkan kartu "sakti".

Yaitu, Kartu Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra Kerja. Tiga kartu ini disebutkan akan melengkapi kartu-kartu sebelumnya.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan, khusus Kartu Pra Kerja atau yang sering disebut "kartu pengangguran", tidak mungkin terwujud.

"Kartu Pra kerja itu kartu bohong. Sebuah janji yang tak mungkin dilaksanakan 5 tahun ke depan. Negara gak banyak uang, kita bukan negara welfare state," kata dia di akun twitter.

Ditambahkan Andi Arief, janji Kartu Pra Kerja adalah janji bohong.

"Janji elektoral paling bohong dalam sejarah pemilu Indonesia," tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA