Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi meminta kedelapan kepala daerah itu ditindaklanjuti oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tanpa tebang pilih.
"Tolong Bawaslu periksa mereka juga, apa melanggar atau tidak. Jangan kalau ada yang mendukung kami kemudian seperti diteror, diintimidasi, tapi kepada mereka tidak dilakukan itu," tegas anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).
Fadli menyesalkan sikap Bawaslu yang terkesan tumpul terhadap paslon dari petahana. Sebab, BPN juga mendapat informasi ada sekitar 10 kepala daerah di Sumatera Barat melakukan hal serupa.
"Ada juga di Sumbar, ada 10
tuh, jelas-jelas pakai tanda tangan. Diperiksa
dong jangan seperti kami ketika Saudara Anies Baswedan hanya pakai angka dua kemudian diperiksa Bawaslu, tapi mereka tidak," tegas Fadli.
"Ini Pemilu macam apa?" kecamnya.
Hal ini bukan berarti paslon 02 khawatir dengan dukungan sejumlah kepala daerah terhadap petahana.
"Enggak khawatirlah,
kan one man one vote yang memilih rakyat, Bupati itu suaranya cuma satu
kok, Wakil Bupati satu, jadi cuma dua suara. Yang memilih rakyat," ucap Fadli.
[wid]
BERITA TERKAIT: