Wujud sikap terima kasih itu dikemas dalam bentuk pemberian penghargaan bertemakan 'Terima Kasihku Kepadaku' di Gedung Dwi Warna, Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Jumat (25/1) lalu.
Mereka yang menerima adalah Sayidiman Suryohadiprojo, Sinta Nuriyah Wahid, Buya Syafii Maarif, KH A. Mustofa Bisri, Harry Tjan Silalahi, Martha Tilaar, dan Jusuf Kalla.
"Ini hajatan kita semua dari generasi yang muda, jauh lebih muda daripada para tokoh tersebut. Yang punya
gawe para wartawan, yang jadi
host wartawan. Namun yang menyampaikan penghargaan adalah para tamu. Melalui para tokoh ini juga, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para tokoh bangsa di seluruh Indonesia yang hidupnya telah diabadikan kepada bangsa dan negara,†ujar Ketua PWKI, Putut Prabantoro melalui siaran pers yang diterima redaksi, pagi ini (Minggu, 27/1).
Para penyampai penghargaan dimaksud Putut yakni Gubernur Akademi Angkatan Laut, Laksda TNI Edi Sucipto; Ketua Umum Kadin Provinsi Bangka Belitung Thomas Yusman; putri dari Hasyim Djojohadikusumo, Saraswati Rahayu; Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi, Ferdinandus Setu; finalis Miss Indonesia dari Sulawesi Barat, Alicia Maria Solangia Djilin; Ketum PP Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Hargo Mandirahardjo; aktivis Muhammadiyah dan wartawan senior RMOL, Teguh Santosa; Rektor Universitas Mercu Buana, Ariessetyanto Nugroho, pengusaha Maya Damayanti; wartawan senior Tribunnews, Febby Mahendra Putra; presenter Metro TV, Dade Salmtessy dan wartawan UCANews, Katharina Reni Lestari.
Melalui tema Terima Kasihku Kepadamu, Putut menjelaskan, para wartawan juga ingin memohon doa restu dari para pelaku sejarah untuk melanjutkan perjalanan mereka yakni mengabdi, mencintai dan menjaga NKRI tanpa lelah.
"Kami ingin menegaskan, tidak ada seorang pun yang mampu hidup sendiri tanpa orang lain. Pada akhirnya sejarah juga yang mencatat bagaimana kenegarawan seorang tokoh akan terjadi. Sejarahlah yang kelak akan memilih tokohnya sendiri dan bukan kita," ujar alumnus Lemhannas PPSA XXI ini.
Hadir dalam acara ini antara lain antara lain Ketum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat-PPAD, Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri; Gus Fadel Irawan, J Kristiadi, Direktur Eksekutif Maarif Institute, M. Abdullah Darraz; Direktur PJT II, Aris Sudjatmiko; Danjen Kopassus, Mayjen TNI I. Nyoman Cantiasa, Marsma TNI Gustav Broogman mewakili wakil kepala staf Angkatan Udara, Brigjen TNI Tri Hartanta Nugraha dari Mabes TNI AD, Franciscus Welirang dari PP Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI); Ketua Asosiasi Dosen dan Guru Indonesia Provinsi Banten, Caturida Meiwanto Doktoralina; Mayjen TNI Ivan Pelealu dari TAJI Strategis Lemhannas RI; pengasuh pondok pesantren, Ishlaah Al-Ummah, Lombok Barat, Tuan Guru Udin; Ketua Program Working Group Vocational Education YIJ, Lily Wasitova serta Jimmy Usfunan dari Universitas Udayana."
Selain itu juga perwakilan dari PP Pemuda Katolik, PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Keluarga Kawanua Katolik (KawKat),dll.
“Kami mengawali budaya terima kasih kepada mereka yang sudah lanjut usia. Pak Sayidiman Suryohadiprojo usianya sudah 91 tahun. Dalam usia yang mendekati 100 tahun, beliau masih memikirkan negara dan bangsa dengan menerbitkan buku Masyarakat Pancasila. Hal yang luar biasa," ucap Putut.
"Ibu Martha Tilaar yang usianya lebih dari 80 tahun ternyata telah mempercantik wajah Indonesia melalui make-up bagi para anggota Paskibraka selama 32 tahun. Pak Jusuf Kalla beliau orang luar bisa karena dua kali menjadi wapres untuk dua presiden yang berbeda. Sudah pasti selama dua kali menjadi wapres, Pak Jusuf Kalla memberi warna dan arah perjalanan bangsa dan negara," tegas Putut, menambahkan.
[wid]
BERITA TERKAIT: