Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (8/1).
"Saya lihat ini dilakukan tahun 2018 kemarin di mana-mana dia (Cak Imin) memasang baliho dan ini cukup efektif hingga membawa PKB masuk 5 besar jajaran parpol di Indonesia," ujar Jerry.
Maka dari itu sudah saatnya Cak Imin dari sekarang berkonsentrasi untuk mengkapitalisasi dirinya terutama di basis-basis yang suara NU menjadi minoritas.
Misalnya Sumatera Barat, beberapa analisa menunjukkan bahwa sudah sepatutnya Cak Imin konsentrasi di daerah ini karena sejak dulu daerah ini merupakan basis kuat Muhammadiyah.
Jerry memandang, setidaknya provinsi beribukota Padang ini bisa menjadi role model untuk daerah-daerah lainnya. Jika di Sumatera Barat suara Cak Imin bagus, daerah lain tentunya akan mudah ditaklukkan.
"Kalau mau menang di 2024 maka PKB harus memperkuat
grass root terutama di daerah Sumatera Barat. Pengkaderan merupakan harga mati jika partai ini punya prospek lolos PT 4 persen,†ungkap Jerry.
Usai Jokowi terpilih dua periode, kans Cak Imin kian besar untuk menapak 2024. Branding Cak Imin dan PKB saat ini sudah terbangun cukup baik.
"PKB brandingnya naik dan ini
guaranted untuk Pilpres 2024 the next Joko Widodo. Saya lihat kemarin Cak Imin ngotot jadi cawapres bahkan awalnya capres menjadi bagian strategi politiknya untuk menaikkan brandingnya," demikian Jerry.
[rus]
BERITA TERKAIT: