"Para juru bicara kedua capres berdebat soal mimpi mereka sendiri. Tidak menggambarkan apa yang ada dibenak capresnya. Capresnya ke arah selatan, jubirnya enggak pake
Waze," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief dalam akun Facebook-nya, Andi Arief sesaat lalu, Selasa (6/11).
"Tujuan menjadi Presiden itu sederhana sekali, menjaga persatuan dan keadilan dan mampu meningkatkan pendapatan negara. Semua teori ekonomi enggak ada artinya tanpa pendapatan negara bertambah. Pendapatan negara bertambah gak menjadi penting kalau konflik tinggi dan keadilan hilang," sambung Andi Arief.
Andi Arief menegaskan, persoalan nyata ke depan adalah krisis pendapatan negara. Pajak yang terus melorot, hutang yang makin tinggi. Infrastruktur banyak mangkrak, program kerakyatan makin berkurang.
"Pak Prabowo rajin turun lapangan, Pak Jokowi rajin emosi. Jangan sekadar turun dan makin emosi," tambah Andi Arief.
Andi Arief menyarankan, baik Jokowi dan Prabowo harus didorong untuk terus bicara cara menaikkan pendapatan negara dan menjaga persatuan. Dua tema itu saja.
"Biar keduanya tidak menciptakan kegaduhan, tidak memproduksi masalah setiap hari. Wajah sosial media yang rusuh adalah wajah kedua capres kita," demikian Andi Arief.
[jto]
BERITA TERKAIT: