Proyek rusun tersebut merupakan bagian dari program nasional pembangunan tiga juta rumah yang digagas pemerintah untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak di kawasan perkotaan yang semakin padat.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin merincikan sebanyak 5.484 unit rusun akan dibangun di empat provinsi.
Rinciannya adalah 2.200 unit di kawasan Stasiun Manggarai Jakarta, 753 unit di Stasiun Kiaracondong Bandung, 1.042 unit di sekitar RSUP Dr Kariadi Semarang, serta 1.489 unit di kawasan Stasiun Gubeng Surabaya.
Bobby menambahkan, KAI memiliki cadangan lahan yang sangat luas di berbagai daerah. Total aset lahan perusahaan mencapai sekitar 320 juta meter persegi yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan berbasis TOD guna mendukung konektivitas transportasi sekaligus penyediaan hunian.
"Tentunya, melalui pengembangan kawasan berbasiskan stasiun ini, KAI ingin menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi, hunian yang dekat dengan transportasi publik, pemanfaatan lahan yang efisien, serta mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat perkotaan," kata dia.
Pembangunan tahap awal ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk proyek 2.200 unit rusun TOD di kawasan Stasiun Manggarai pada Senin, 16 Maret 2026.
Proyek hunian vertikal tersebut ditargetkan rampung pada awal 2027.
BERITA TERKAIT: