Komisi V DPR mempertanyakan ELT (Electronic Locator Transmitter) tidak berfungsi dan tidak dapat dideteksi atau terdengar oleh Kantor Pusat Basarnas.
"Mengapa hal ini (ELT tidak terdeteksi) terjadi berulang ulang. Hal ini harus menjadi evaluasi Pemerintah," kata Fary kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/10).
Politisi Gerindra ini menegaskan, perlu didalami pula mengapa arah pesawat menuju ke Timur Laut, sedangkan tujuan pesawat ke Pangkal Pinang, yaitu arah Utara.
"Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi penyebab kecelakaan dan segera melaporkan ke Komisi V," demikian Fary.
[jto]
BERITA TERKAIT: