Bukan superhero Hollywood yang dikisahkan, melainkan jagoan-jagoan asli dari Indonesia seperti Gatot Kaca, Wiro Sableng, dan Si Buta dari Gua Hantu. Ketiganya turun gunung bersama jagoan lain untuk bersatu menghadapi musuh bersama.
Namun musuh yang dihadapi bukan penjajah maupun kompeni, tapi perpecahan bangsa. Di akhir cerita disebutkan bahwa kehadiran seribu jagoan tidak akan berarti tanpa persatuan.
Direktur Media Relawan Gojo, Amalia Kartika menjelaskan bahwa video ini merupakan bagian dari strategi komunikasi Gojo untuk menyatakan Indonesia itu satu dan tidak boleh terpecah-belah, meski ada perbedaan pendapat.
"Ini adalah edukasi politik yang kami kemas secara sederhana dengan menggunakan sentuhan-sentuhan lokal dalam bingkai semangat persatuan Bhinneka Tunggal Ika," kata Amalia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/10).
Gojo berharap video ini bisa menginspirasi untuk terus menjaga persatuan dan menghindari perpecahan di negeri ini. Apalagi Indonesia di tahun 2019 akan menyelenggarakan pesta demokrasi.
“Spiritnya adalah tema pahlawan yang Gojo angkat ini, agar kita tidak melupakan jasa para pahlawan-pahlawan yang sudah memperjuangkan satu tanah air, tanah Indonesia, satu bangsa, bangsa Indonesia, satu bahasa, bahasa Indonesia," tukasnya.
[ian]