Komisi II DPR pastikan sudah menerima laporan soal kekisruhan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi II Fraksi PPP, Ahmad Baidhowi saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/10).
Baidhowi menyebut kekisruhan tersebut terjadi saat nama-nama yang dinyatakan lolos oleh panitia seleksi, kemudian digugurkan oleh KPU Pusat.
"Bahwa ada nama-nama yang sudah dinyatakan lolos fit and proper test dari panitia seleksi tiba-tiba diubah di tengah proses," jelasnya.
Untuk itu, kata dia, Komisi II akan segera meminta klarifikasi dari KPU Pusat. Hal ini untuk menghindari kecurigaan publik disaat proses demokrasi yang tengah berlangsung.
"Maka kami akan memanggil KPU untuk meminta penjelasan. Jika terjadi pelanggaran kode etik, maka itu ranah DKPP," demikian Baidhowi.
Proses seleksi anggota komisioner KPU di Jabar berujung kisruh. Pasalnya, KPU RI merombak nama-nama calon yang lolos tahapan
fit and proper test.
Sejumlah calon yang sebelumnya diumumkan panitia seleksi lolos 10 besar, tiba-tiba tergusur dan digantikan para calon yang urutannya jauh di bawah.
BERITA TERKAIT: