Pasalnya, perusahaan yang dipimpin oleh Erick tersebut juga membawahi beberapa media nasional.
Peneliti dari Pusat Studi Konstitusi Charles Simabura menilai, media partisan saat ini terutama di kubu Jokowi-Ma'ruf pasca terpilihnya Erick Thohir sulit dibendung.
"Saya berharapnya media tetap netral dan tidak partisan tapi itu kan sulit," ucap Charles saat ditemui di Kantor ICW, Jakarta, Minggu (9/9).
Dia mencontohkan negara demokrasi seperti Amerika pun, banyak medianya yang bersifat partisan dan mendukung salah satu calon tertentu. Sehingga bisa dibilang hal tersebut lumrah dan belum ada larangannya.
"Kita tidak bisa melarang bos media itu untuk tidak berpihak dan jadi partisan karena belum ada larangannya, apalagi itu juga hak politik warga negara," bebernya.
Namun di sisi lain dia mengimbau agar sudah sepatutnya media untuk objektif dan berimbang dalam pemberitaan.
"Mereka yang kemudian menjadi media partisan sudah mengambil risiko paling cuma ditonton oleh para partisan calon juga. Jadi biarkan masyarakat yang menilai pemberitaannya," tandas dia.
[fiq]
BERITA TERKAIT: