"Dari zaman Nabi Adam AS sampai Adam Malik, data pangan itu selalu tidak sinkron," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (23/8).
Viva menyebutkan, salah satu tidak sinkronnya pengelolaan data pangan adalah terbitnya izin impor 1 juta ton beras oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.
"(Padahal) Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) kan selalu menyatakan surplus beras," ungkapnya.
Dengan dikeluarkannya izin impor beras 1 juta ton, total sudah ada tiga rekomendasi impor dengan total kuantitas 2 juta ton.
Dia menilai kebijakan impor petut disayangkan. Pasalnya, laporan dari PT Bulog saja masih menyimpan stok beras 2,1 juta ton.
"Jadi Bulog punya stok 2,1 juta ton dengan 1,5 juta ton untuk cadangan beras pemerintah. Nah, yang impor 2 juta ini untuk apa?" terang Viva Yoga.
[rus]
BERITA TERKAIT: