Dalam sambutannya, Surya meminta kepada kader Kostranas untuk belajar mencintai negeri ini di atas berbagai kepentingan lain. Baginya, Indonesia hanya bisa maju jika segenap anak bangsa bersatu mencintai negeri dan terus berkarya.
"Persoalan besar yang kita hadapi adalah ketika sebagian saudara-saudara kita semakin hari dalam pergulatan tuntutan kehidupan sehari-harinya, mereka mulai melalaikan peran dan fungsi arti keberadaan mereka sebagai anak negeri. Indonesia harus menjadi landasan masa depan bagi kita semua," kata Surya dalam keterangannya.
Secara khusus dia mengimbau agar kader Kostranas terus mengampanyekan Pancasila, semangat kebinnekaan dan UUD 1945. Tidak tanggung-tanggung, Surya menginstruksikan kepada kader untuk berani melawan mereka yang ingin merusak ketiga unsur pemersatu bangsa tersebut.
"Kalau ada bilang Pancasila sebuah ideologi usang, lawan," tegas Surya.
Sementara itu, Komandan Kostranas Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa kader yang direkrut organisasi sayap Nasdem itu berasal dari kalangan menengah ke bawah. Nantinya peserta akan mendapat pelatihan tentang nasionalisme dan patriotik.
"Anak-anak ini dari sudut lorong, dia yang sering bicara dengan tanah dan bersentuhan dengan air, berbicara dengan api. Hari ini mereka akan belajar bersentuhan dengan idealisme bangsa, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI secara utuh," jelas pria yang akrab disapa SYL itu.
Dia memastikan para kader yang terlahir dalam kaderisasi ini akan menjadi pemuda yang loyal pada tanah air.
“Tegak lurus, seperti anak-anak tentara yang cinta Tanah Air," kata mantan gubernur Sulsel ini.
Sementara menanggapi perintah Surya Paloh untuk melawan pihak-pihak yang menyebut Pancasila sebagai ideologi usang, SYL memastikan kadernya siap melaksanakan instruksi tersebut.
"Jadi kalau Pak Ketum perintahnya tabrak, mereka pasti tabrak. Ini pasukan Pak Surya Paloh yang tegak lurus," tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: