Aktivis dan pengamat politik Indonesia, Jeirry Sumampouw pun mengajak masyarakat untuk mengapresiasi kinerja pengamanan pilkada tersebut.
"Secara umum kalau pilkada berjalan lancar di hari H dan setelahnya tak terjadi apapun gangguan, maka kita harus apresiasi aparat kepolisian dan badan intelijen," ujar Jeirry dalam diskusi publik ‘Pilkada 2018 Serta Keberhasilan Intelijen dan Aparat Keamanan’ yang digelar Jaringan Muda Muslim Jayakarta di Up2Yu Resto, Jakarta, Sabtu (7/7).
Keamanan pilkada dapat terealisasi dengan baik berkat pemetaan yang dilakukan dari kedua pihak aparat. Termasuk, dari penyelenggara pemilu itu sendiri.
"Memang sudah ada pemetaan sebelumnya baik yang dibuat oleh pihak penyelenggara maupun oleh kepolisian dan intel," terang Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TEPI) itu.
Jeirry juga mencontohkan situasi di Pilkada Papua. Daerah tersebut, lanjutnya, rentan terjadi gesekan saat Pilkada berlangsung. Namun, pada pilkada kali ini dilaporkan kondusif.
"Di papua, dari tahun ke tahun, dari pemilu ke pemilu, selalu ada masalah. Memang ancaman-ancaman itu ada, tapi tak mengganggu pelaksanaan. Sebelumnya, memang kepolisian mengingatkan masyarakat untuk menjaga kedamaian dan mencegah politik uang dan politisasi SARA," demikian Jeirry.
Selain Jeirry, hadir juga beberapa narasumber lain dalam diskusi tersebut. Antara lain, pengamat Intelijen, Ngasiman Djoyonegoro, pengamat Sosial, Nunung Nurjanah dan Direktur Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo.
[ian]
BERITA TERKAIT: